Seorang dewasa sedang berkomunikasi dengan seorang anak kecil berusia 3 tahun saat di sebuah toko. Anak itu kebetulan bersama ibunya, teman dari orang dewasa itu.
“Nak, ke mana bapakmu? Kok nggak ikut bersamamu?”begitu orang dewasa itu memulai pembicaraan.
“Bapak kelja,”setengah pelo anak kecil itu menjawab.
“Untuk apa bapakmu kerja?”tanya orang dewasa itu lagi.
“Cari duit, buat beli susu!”
Pertanyaannya,”Untuk apakah Anda bekerja?” Ketika berangkat dari rumah, adakah motivasi yang menggerakkan Anda hingga Anda harus bekerja? Sungguh, mulia tidaknya pekerjaan kita sangat bergantung pada latar belakang yang mendasari kita untuk bekerja. Setidaknya ada 5 motivasi yang seharusnya dimiliki manusia untuk bekerja.
Pertama, kerja adalah ibadah. Tak terbayangkan jika manusia bekerja dalam rangka beribadah kepadaNya. Salah satu bentuk pengabdian yang dengannya tentu saja bisa mengantarkan manusia pada surgaNya. Bukankah manusia diciptakan dalam rangka beribadah kepadaNya?
Kedua, kerja adalah amanah. Banyak pertanggungjawaban yang harus dituntaskan ketika seseorang bekerja. Amanah menafkahi keluarga dan amanah terhadap pekerjaan itu sendiri. Prinsip ikhlas, itqon, dan sesuai dengan syariatNya, tentu saja harus menjadi landasan untuk menuntaskan amanah ini.
Ketiga, kerja adalah belajar. Ya, belajar apa saja. Belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, mengemukakan pendapat saat pertemuan, berpakaian rapi saat kerja, berbicara santun melayani orang, dsb. Bahkan manusia dipaksa belajar dengan kondisi yang tidak pas yang ditemuinya di tempat kerja.
Keempat, kerja adalah aktualisasi diri. Tak dipungkiri apa yang sudah manusia punya, misalkan ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah, atau bakat yang terasah ingin sekali bisa diaktualisasikan. Menunjukkan potensi diri, mensyukurinya dengan cara mengabdikannya dengan cara yang benar lagi bermanfaat.
Kelima, kerja adalah rahmat. Bagaimanapun manusia bisa bekerja karena rahmat dariNya. Bukti kasih sayangnya hingga manusia mampu mengaktualisasikan kemampuannya, mampu pula memenuhi hajat hidupnya. Maka, bekerja dengan tulus dan penuh syukur merupakan wujud nyata manusia berterima kasih atas rahmatNya.
Sungguh luar biasa ketika bekerja dengan motivasi yang luar biasa pula. Maka, jika motivasi Anda bekerja sudah benar, teruslah bersyukur, dan ketika motivasi Anda ada kepincangan, perbaikilah!
(Ingat ya para pembaca, bahwa bekerja tak berarti bekerja di kantoran, di pabrik, di sebuah instansi. Bekerja bisa juga belajar, bisa juga aktivitas lainnya. So, …)
Recent Comments